Dyas Asri Muthia. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Pekanbaru, Indonesia
Aku adalah wanita biasa yang akan menjadi wanita luar biasa di masa yang akan mendatang. Aku hanya seorang wanita lemah yang juga berlumur oleh dosa. Tak banyak kelebihan yang ku miliki. Saat ini, hanya berusaha untuk menjadi seorang wanita, pelajar sekaligus seorang anak yang kelak akan mendapat predikat ‘jadi orang sungguhan’. Hanya ada satu orang seperti diriku di dunia ini, ya this is real, this is me, Dyas Asri Muthia.

Pengunjung

Sabtu, 28 Mei 2011

Ada apa dengan Kidal?

Kidal? menurut pandangan beberapa orang, orang yang kidal terkesan aneh, dan sering dibilang 'tidak sopan' (mungkin karena sering menggunakan tangan kirinya), berikut seputar kidal yang dikutip dari beberapa sumber. jangan lupa untuk bagi-bagi ilmunya yaa:D.


Menurut Scientific American, ada sekitar 15 persen orang yang aktif menggunakan tangan kiri atau kidal. Alasan sebagian orang kidal tidak sepenuhnya jelas, tergantung pada campuran faktor genetik dan lingkungan.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neuropsychology menunjukkan bahwa orang kidal lebih cepat memproses beberapa rangsangan ketimbang orang yang menggunakan tangan kanan. Hal ini juga membuat orang kidal lebih kreatif.

Penelitian yang dilakukan di Australian National University (ANU) tampaknya mendukung studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan tangan kanan atau kiri ditentukan sejak dalam rahim.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang kidal lebih cepat dan kreatif karena menggunakan kedua belahan otaknya, berbeda dengan orang yang terbiasa menggunakan tangan kanan yang hanya menggunakan otak kiri.

Kedua belahan otak sebenarnya hampir sama, dan sebagian besar untuk memproses informasi yang sama, dengan data lewat bolak-balik di antara keduanya terutama melalui jalur saraf utama.

Namun, tugas-tugas tertentu, seperti pengolahan bahasa, cenderung terjadi pada satu belahan saja. Bagi kebanyakan orang, pengolahan bahasa terjadi di bagian kiri.

Untuk orang kidal, tugas-tugas tersebut mungkin terjadi di kedua belahan otak.

Bidang keahlian lain adalah pengolahan data indra, biasanya data yang dikumpulkan di sisi kanan tubuh, seperti mata kanan, telinga kanan, dan lainnya, akan menuju ke belahan kiri untuk pemrosesan. Dan sebaliknya, data yang dikumpulkan di belahan kiri akan menuju belahan otak kanan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa orang kidal yang terbiasa menulis dengan tangan kiri mungkin memiliki otak yang lebih kondusif untuk simultan atau rangsangan dan pengolahan di kedua bagian otak. Orang kidal lebih mudah menggunakan kedua belahan otak untuk mengelola rangsangan, sehingga keseluruhan proses dan waktu respon lebih cepat.

Ini juga bisa berarti bahwa ketika salah satu belahan otak mendapat kelebihan beban dan mulai melambat, belahan otak lain bisa lebih mudah memilih mengisi kekosongan itu.

Para pakar juga berteori bahwa orang kidal memiliki mental lebih baik saat di usia tua dan saat proses otak secara keseluruhan mulai melambat.

Dan seperti yang dikutip dari Ehow, Senin (24/5/2010), orang kidal cenderung lebih atletis, memiliki kesadaran yang lebih spasial dan berpikir lebih cepat.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Dr Alan Searleman dari St Lawrence University di New York, menunjukkan bahwa orang kidal mampu mendukung sisi kiri tubuhnya untuk semua kegiatan fisik.

Orang kidal juga dua kali lebih terampil dalam pemecahan masalah dan memiliki IQ lebih tinggi dari orang yang aktif dengan tangan kanan.

Beberapa orang kidal terkenal seperti Presiden George HW Bush, Bill Clinton dan Barack Obama, Pangeran Charles dan Pangeran William dari Inggris. Musisi Jimi Hendrix, Kurt Cobain dan Paul McCartney. Ilmuwan Isaac Newton, Marie Curie dan Benjamin Franklin. Seniman Michelangelo dan Leonardo Da Vinci, dan tokoh-tokoh sejarah Alexander Agung, Charlemagne dan Julius Caesar

Namun, ada yang mengatakan bahwa orang kidal lebih memiliki rasa takut yang lebih tinggi daripada yang tidak kidal.
Dalam ujicoba, sekelompok partisipan diminta menonton video klip film Silence of the Lamb berdurasi delapan menit. Setelah itu, partisipan diminta mengingat adegan yang ada dalam video tersebut.
Ternyata partisipan kidal hanya bisa mengingat sebagian dari adegan film tersebut. Selain itu, penggambaran orang kidal dipenuhi pengulangan yang menunjukkan gejala menderita Post Traumatic Stress Disorder(PTSD).
“Gejala PTSD berlipat ganda pada orang kidal dibanding orang normal,” papar pemimpin studi Dr Carolyn Choudhary dari Queen Margaret University di Edinburg.
Chouddhary yakin, temuan ini bisa memberi pandangan baru cara manusia menderita gejala PTSD.
Selain itu, melalui studi ini pula, peneliti bisa mengetahui cara kerja otak saat merespon rasa takut.
“Terdapat dua sisi otak yang berperan merespon PTSD.Otak kanan diketahui merespon rasa takut. Pada otak orang kidal, otak kanan sangat dominan,” papar Choudhary.
Hasil studi ini akan dipresentasikan dalam konferensi tahunan British Psychology Society, pekan ini.
separador

0 komentar:

Posting Komentar

Mari kita sama-sama belajar, sharing tentang pengetahuan dan hal-hal lainnya.

My Snapshot

My Snapshot

Say Something


ShoutMix chat widget

Followers